Pangeran Tikus dan Cinderella Sendal Jepit (eps terakhir)
“Eh, tadi loe mimpi ketemu pangeran ya?”kata Vira saat mereka sedang menikmati makan siang di kantin, siang itu.
“Pangeran apaan? Yang ada gue ketemu sama tikus got.”
“Hah? Pangeran loe berubah jadi tikus got? Hahaha…cocok banget.”Vira tak dapat lagi menahan tawanya. “Biar gue tebak, loe jadi Cinderella sendal jepit kan? Hahahaha…..”
Kok Vira tau sih? Sebel gue…
“Berhenti nggak loe, ngetawain gue.”teriak Anis.
“Cocok banget dah… hahaha”kata Vira masih tertawa keras.
“Cocok apanya?”
“Pangeran Tikus dan Cinderella Sendal Jepit. Sempurna….”
“Huh…bukannya nolongin gue nyari tuh sendal keramat loe malah ngetawain gue.”kata Anis jengkel.
“Iya, iya…gue bantuin abis pulang kuliah. Puas?”
“Banget…haha…”
***
“Bu…sendal Anis udah ketemu belum?”kata Anis setibanya di rumah. Dia memasuki rumah diikuti oleh Vira.
“Belum tuh. Udahlah Nis, beli yang baru aja. Tadi udah dicari kemana-mana tapi nggak ketemu.”kata Ibunya.
“Miko sama Rio mana, Bu?”tanya Vira kemudian.
“Eh, Nak Vira. Mereka lagi di kamar tuh.”jawab ibu Anis.
Rio keluar dari kamarnya saat mendengar Vira menanyakan mereka. Miko dan Rio memang lebih senang bermain dengan Vira dibandingkan dengan kakak mereka sendiri, Anis.
“Kak Viraaaa….”kata si kecil Rio langsung memeluk kaki Vira. “Kakak kesini mau maen sama Rio ya?”tanya Rio polos.
“Hmm…maafin kakak ya Rio. Hari ini kak Vira nggak bisa maen sama Rio. Kak Vira harus bantuin kak Anis nyari sendalnya yang katanya ilang.”kata Vira lembut. Raut wajah Rio langsung berubah, muram. Vira menjadi tidak enak. “Bentar ya. Kakak bantuin kak Anis dulu. Kalau sendalnya cepat ketemu, kak Vira janji bakal nemenin Rio maen.”kata Vira sebelum melangkahkan kaki menuju tempat Anis. Namun, Rio langsung mencegat Vira.
“Kak, tunggu.”
“Ada apa Rio?”
“Sini, kak. Rio pengen ngomong sesuatu.”kata Rio seraya menyuruh Vira mendekatkan telinganya ke mulut Rio. Vira pun membungkuk. “Sebenernya Rio yang menyembunyikan sendal bulukan kak Anis.”bisik Rio.
“Hah?”kata Vira.
“Sstt…”kata Rio sambil menempelkan telunjuknya di bibir Vira.
“Kenapa?”Vira balik berbisik.
“Kak Anis nggak mau lagi jogging bareng. Rio kesel.”
“Terus Rio menyembunyikannya dimana?”tanya Vira masih berbisik.
“Disana kak.”tunjuk Rio ke arah pohon mahoni rindang yang ada di depan rumah Anis.
“Hahaha…..”tanpa sadar Vira tertawa keras.
“Tapi kak, sendalnya kak Anis itu kayaknya udah nggak bisa dipakai. Mungkin digigit tikus.”kata Rio kemudian.
“Oke, makasih ya Rio.”kata Vira sambil tersenyum kepada Rio. “Aniiiiisssss….”teriak Vira kemudian. Namun, Anis belum juga kunjung datang. “Heh….Cinderella sendal jepit….kesini loe….cepet….”
Anis segera berlari kecil ke arah Vira. “Ada apa sih?”
“Kayaknya si pangeran tikus loe udah ngembaliin sendal jepit bulukan loe.”
“Mana? Mana?”tanya Anis tidak sabar. Vira pun menunjuk ke arah pohon mahoni tempat sandal itu digantung oleh Rio.
“Gue tau…pasti ini ulah cecunguk Rio. Huh, kesel gue sama tuh anak.”
“Udahlah, Nis. Yang penting, sendal keramat loe udah ketemu. Tapi….”
“Tapi apa?”
“Hahahaha…..”Vira tertawa. Itu membuat Anis menjadi bingung.
“Apa sih Vir?”
“Kayaknya sendal bulukan loe itu emang udah nggak bisa loe pake. Kata Rio sebelum dia gantungin tuh sendal di pohon, sendalnya udah putus. Digigit sama pangeran tikus loe kali…hahaha”
“Yaaaaaah…..”kata Anis sedih.
“Udah…ntar gue beliin yang baru. Gratis buat loe.”
Mendengar kata gratis, Anis langsung sumringah. “Bener? Hehehe…Sendal jepit yang nyaman ya…jangan yang bikin kaki gue sakit. Pokoknya loe harus nemenin gue nyari sendal yang cocok sama kaki gue. Sampe dapet.”
“Iya, banyak bacot…eh, tapi kenalin gue dong sama pangeran tikus loe. Siapa namanya?”
“Edric.”spontan nama itu keluar dari mulut Anis. “Eh…bukan…nggak…”cepat-cepat dia meralatnya. Namun, Vira malah semakin tertarik.
“Hah? Pangeran tikus loe beneran ada ya?”
“Nggak…ihh…gue jijik deh.”
“Jadi namanya Edric. Kayaknya cakep deh. Buat gue boleh nggak?”goda Vira.
“Ambil sono…jijik gue.”kata Anis.
“Makasih…loe baek deh Nis….hahaha….”
***
Akhirnya pangeran Edric tetap menjadi pangeran tikus selamanya dan dia tidak pernah menemukan Cinderella “sendal jepit”-nya yang tiba-tiba menghilang. Dan berakhirlah kisah Pangeran Tikus dan Cinderella Sendal Jepit (bulukan),…. The End….Tamaaaat….:D
By Fakhriyah


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda