Jumat, 24 Juli 2015

Keterbatasanku adalah Kesempurnaan Chapter 1 Part 3


Masa Orientasi Sekolah
S
eperti anak-anak baru pada umumnya, pertama kali kami memasuki sekolah kami harus menjalani masa orientasi sekolah agar kami dapat melakukan perkenalan terhadap teman-teman baru dan lingkungan sekolah baru kami.
Hari pertama kami masuk sekolah, kami melakukan sharing hal-hal kecil, misalnya perkenalan nama, tempat tinggal, asal sekolah, dan sebagainya. Keesokan harinya, diadakan kegiatan Pra MOS (Masa Orientasi Sekolah) selama sehari. Pada waktu itu, kami mendapat intruksi dari senior yang merupakan panitia MOS untuk mempersiapkan hal-hal yang akan digunakan pada saat MOS selama tiga hari setelahnya.
Aku termasuk orang yang bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan. Aku dan teman-temanku yang lain berusaha untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan saat MOS, misalnya membeli bahan-bahan untuk membuat atribut dan co-card MOS. Hingga pukul 02.00 malam, aku dan teman-teman mengerjakan tugas-tugas yang diberikan saat Technical Meeting Pra MOS.
Selama tiga hari berturut-turut kegiatan MOS pun berlangsung. Hari pertama MOS, kami diberikan latihan mental. Kami dibentak-bentak dan di maki. Bahkan kami disuruh untuk melakukan perbuatan yang memalukan, seperti berteriak di tengah lapangan dan sebagainya. Jika kami melakukan kesalahan, maka kami akan diberi hukuman oleh para panitia MOS yang tak lain adalah senior kami. Semua itu tak lain untuk melatih mental kami agar kami menjadi siswa yang tangguh dan militan.
Hari kedua MOS, tak beda dari hari pertama. Kami masih diberi latihan mental, namun latihan mental yang kami dapatkan lebih sedikit dari hari pertama. Di hari kedua, materi tentang peraturan dan hal-hal yang berhubungan dengan sekolah lebih banyak disampaikan.
Hari ketiga MOS, kami harus mengikuti outbond yang diadakan di luar sekolah. Dari sekitar 70 orang siswa baru yang mengikuti MOS, kami dibagi menjadi sepuluh kelompok. Jadi satu kelompok sekitar tujuh orang. Dari kegiatan outbond tersebut, kami ditugaskan untuk mencapai pos-pos. Pada pos-pos tersebut, kami mendapatkan materi yang berhubungan dengan nama pos. Sesi terakhir dari kegiatan outbond yaitu kami ditugaskan untuk menyeberang sungai yang tinggi airnya sampai leher kami, sehingga untuk menyeberang sungai itu kami harus tahan dengan arus air sungai dan kami harus berusaha tetap mengatur nafas kami. Sungguh berat, tapi kami sangat menikmatinya.

MOS Asrama
S
ekolahku sangat unik. Karena lumayan banyak siswa yang berasal dari daerah yang letaknya jauh dari sekolah, termasuk aku dan sahabatku, maka terdapat dua ruang kelas yang dijadikan sebagai asrama untuk para siswa tersebut.
Sekolahku terletak sekitar satu kilometer dari jalan besar. Jadi, untuk sampai di sekolahku yang terletak ditengah hutan, kami harus berjalan sekitar satu kilometer dari jalan besar. Tak ada kendaraan yang melewati jalan setapak menuju sekolahku. Jalan tersebut hanya berupa tanah liat, yang ketika musim hujan akan menjadi sangat becek.
Karena kami tinggal di asrama, maka kami harus mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS) khusus asrama kami. Kegiatan MOS asrama lebih singkat dari MOS, yakni hanya satu malam. Seperti halnya MOS, MOS asrama diadakan untuk menumbuhkan mental yang kuat dalam diri para siswa. Dalam kegiatan ini, kami diberi tes mental yaitu dengan cara menyuruh kami memasuki hutan yang berada di sekitar sekolah kami seorang diri pada waktu malam hari.
Saat tiba giliranku, aku tidak merasakan ketakutan sedikit pun. Aku merasa sangat berani mengahadapi apapun yang ada di hadapanku. Tapi satu hal yang membuatku khawatir, yaitu kegelisahanku dengan adanya isu tentang binatang buas yang berkeliaran di hutan tersebut. Entahlah, hal itu benar atau tidak. Ataukah isu itu beredar hanya untuk menguji mental kami.
Aku memasuki hutan itu seorang diri. Gelap. Dengan hanya berbekal sebuah senter kecil, ku beranikan diriku melangkah memasuki hutan yang dipenuhi dengan pepohonan tinggi. Sekilas pepohonan itu bergerak diterpa angin, seakan melambai-lambai kepadaku. Aku berusaha menyingkirkan rasa takutku. Sesuatu bergerak di balik pohon, dan suara itu kembali menggoyahkanku, namun ternyata setelah ku cari asal suara, itu hanyalah seekor jangkrik kecil yang menggoyangkan rumput-rumputan di balik pohon.
Setelah beberapa saat, dan sepertinya sudah larut malam, mungkin sekitar pukul 01.00 malam, aku memutuskan kembali. Sudah cukup tes mental ini. Aku sudah agak terbiasa dengan keadaan seperti ini, gelap dan sepi, kadang-kadang ada suara binatang kecil. Lama-kelamaan aku semakin terbiasa, dan itu sama sekali tak membuatku takut. Mungkin tes mental ini sangat berguna buatku, mentalku semakin kuat, walau fisikku tidak sempurna, namun mentalku sangat sempurna.

Urutan ke 3, Lomba Volley Antardesa
S
etelah event MOS dan MOS asrama selesai, proses belajar mengajar di kelas mulai aktif kembali. Kami belajar di kelas seperti biasanya. Tak ada lagi aksi senior menghukum para junior. Lapangan mulai sepi dari kegiatan MOS dan pelatihan mental. Semua kembali seperti semula.
 Aku mulai mempelajari ilmu pengetahuan baru, yang belum pernah kupelajari di SMP, seperti Sosiologi, Kimia, Ekonomi Akuntansi, dan lain-lain. Aku merasa pelajaran itu cukup menyenangkan karena aku baru mendapatkannya. Namun aku belum bisa menguasai semua mata pelajaran itu sepenuhnya. Itulah yang menyebabkan nilai-nilaiku di kelas satu SMA masih tergolong biasa-biasa saja.
Di sisi lain, aku juga baru menjalani kehidupan di asrama. Ternyata cukup menyenangkan berkumpul dengan teman-teman baru di dalam satu asrama. Aku pun harus menaati peraturan asrama. Salah satunya adalah mengumpulkan handphone kami kepada pembina asrama kami, kami tidak diperbolehkan memakai handphone selama enam hari dari hari senin sampai sabtu.
Peraturan lainnya yang harus kami patuhi adalah mengikuti program belajar malam dari setelah shalat isya sampai pukul sepuluh malam. Sebelum diadakannya belajar kelompok, terlebih dahulu diadakan pembagian kelas. Setelah kami dibagi beberapa kelompok dan ditempatkan di kelas yang ditentukan.
Di waktu malam seperti itulah aku dapat belajar dengan serius,  suasana belajar yang sangat mendukung membuatku lebih mudah menerima pelajaran. Namun tetap saja nilai-nilaiku saat kelas satu kurang memuaskan. Aku harus puas dengan nilaiku yang serba pas-pasan. Maklum, banyak mata pelajaran yang baru aku pelajari yang belum kupelajari saat SMP. 
Di lain pihak, aku dan teman-temanku mewakili sekolah untuk mengikuti perlombaan bola volley antardesa. Dalam perlombaan itu kami cukup beruntung dengan mendapatkan juara ketiga. Walaupun sebenarnya kami kurang persiapan dalam lomba itu, namun dengan bermodalkan semangat dan kekompakan akhirnya keberuntungan berpihak pada kami. Puji syukur pada Tuhan karena tak ada yang bisa terjadi tanpa seizinNya.

By Fakhriyah HS

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda