Sejak aku SMP, aku sudah belajar sesuatu yang namanya "majas". Nah, ada tuh majas yang bikin aku agak-agak geli karena seakan-akan benda mati pu bisa bersifat manusia. Yup, bener banget. "Majas Personifikasi" alias gaya bahasa yang menunjukkan seakan-akan benda mati berlagak seperti manusia. Nah in nih masalahnya.
Suatu hari, aku berkunjung ke rumah sobatku yang aku juluki sebagai partnerku. Mau tau kenapa aku menjulukinya sebagai partnerku? Karena sejak kelas 2 SMA sampai kelas 3 SMA, aku selalu duduk bersebelahan dengannya. Oke, baiklah. Bukan itu masalahnya.
Jadi, saat itu aku berunjung ke rumah partnerku karena ingin barteran film. Hihi...kayka jaman baheula aja pake barteran segala. Emang jaman sekarang kagak ada duit sebagai alat tukar? tapi kalau beli film kan, lumayan mahal, coy. Bisa buat nabung uang jajan bagi kite-kite yang anak kos. \Ya ampun, pembicaraanku kok kesana kemari sih. kayak layangan tertiup angin.
Saat aku mengcopy film melalui Toshiba-nya yang berwarna merah, tiba-tiba saja netbook-nya restart sendiri. Spontan dia berteriak, "Haduuuh....Humaerah. Ada apa lagi denganmu?"
Aku langsung mendongak dan bertanya padanya "Siapa tuh Humaerah?"
Dia menjawab, "Ntu netbook ku kan namanya Humaerah." Buseet, netbook pun dikasih nama segala. Setelah itu, aku melirik ke arah netbook HP hitamku. Kalau Toshiba merah milik partnerku namanya Humaerah, berarti HP hitamku namanya Blacky dong... Anjrit...kayak nama anjing...Sialan :D